Kunci Menyehatkan Sengon agar Keuntungan Optimal (1)
Bisnis budidaya Sengon akan berhasil optimal jika kita mampu menghasilkan bentuk kayu yang optimal pula. Ukurannya adalah pohon Sengon dengan tegakan batang utama lurus sampai ketinggian minimal 9 meter dan pertumbuhan tambahan diamter rata-rata 7 cm sampai 10 cm per tahun.
Sebagian besar masyarakat, ketika menanam Sengon memberi perlakuan apa adanya. Seperti membiarkan Sengon dengan banyak cabang dan ranting, menanam dengan jarak tanam sekenanya dan membiarkan rumput bertumbuhan secara liar.
Efek dari pemeliharaan yang ala kadarnya itulah yang menyebabkan hasil panen mereka tidak optimal pula. Dengan perlakuan sekedarnya, pertumbuhan Sengon selama 5 tahun hanya akan mendapatkan besaran batang 15 cm.
Lalu apa yang mesti kita lakukan agar budidaya Sengon bisa mendapat pertumbuhan optimal? Kuncinya adalah Sehatkan Sengon yang kita tanam sejak dini, layaknya bayi yang mesti kita pelihara dengan hati-hati dan penuh kasih sayang.
Setidaknya ada tiga kunci sukses bagaimana Sengon sehat, sehingga hasilnya juga sangat optimal.
1. Sehatkan Tanah dan Pohonnya.
2. Pertahankan kesuburan Tanah
3. Amankan kesuburan tanah dan Pohonnya.
Penjelasan 1.
Mengukur tanah itu sehat atau tidak itu gampang. Tanah dikatakan sehat kalau kandungan unsur haranya tinggi, mikroba pengurai tanahnya banyak, tekstur tanah itu gembur, dan berwarna hitam pekat.
Mengukur tanah itu sehat atau tidak bisa dilakukan cek fisik. Ambil segenggam tanah itu kemudian remaslah. Kalau keras berarti tanah itu tidak sehat. Atau, tekan tanah itu dengan telunjuk jari kita. Kalau keras berarti tidak Sehat. Tapi kalau lunak berarti tanah itu sehat. Bisa juga dengan melihat rumput apa yang tumbuh di atas tanah itu. Kalau yang tumbuh berbagai jenis rumput berarti tanah itu subur. Tapi kalau yang tumbuh hanya ilalang saja berarti tanah itu tidak sehat karena unsur hara-nya habis.
Tanah berkapur juga tanda kalau tanah itu kurang subur karena lapisan topsoilnya (lapisan tanah yang paling atas dan mengandung unsur hara) sudah habis. Tanah yang berlempung dengan kandungan air yang terlalu banyak juga tidak bagus. Tanah berlumpur sehingga kelembapannya tinggi juga mudah membuat perakaran tanaman menjadi rusak atau busuk.
Tanah yang terlalu asam dengan Ph di bawah 6 juga tergolong tanah yang tidak bagus. karena tanah dengan Ph rendah menyebabkan tanaman kesulitan menyerap unsur hara atau pupuk yang berada di sekitar tanaman.
Lalu apa yang dimaksud pohon yang sehat itu? (Bersambung)
*) Guntoro Soewarno, petani Sengon tinggal di Purwakarta, Trainer tentang Budidaya Sengon di beberapa BUMN.





Comments