Lebih Untung Mana Sengon dengan Jabon (1)
Akhir-akhir ini saya sering mendapat pertanyaan bertubi-tubi soal perbandingan Sengon dan Jabon. Rata-rata dari mereka gemes dengan PT Raja Sengon Indonesia yang tidak tersentuh sedikitpun dengan isyu Jabon, dengan tetap fokus di Sengon. Tulisan berseri ini akan menjelaskan apa adanya; Lebih untung mana Sengon dengan Jabon.
Konon (saya pakai kata Konon karena belum ada data yang akurat soal ini), banyak pemain pekebun Sengon beralih ke Jabon. Konon pula Jabon lebih menguntungkan dan pertumbuhannya lebih cepat ketimbang Sengon. Masih konon juga, banyak Sengon hancur akibat karat puru dan orang pada panik untuk kemudian beralih ke Jabon.
Bisnis yang didasari oleh 'Konon', maka untungnya kelak juga 'konon' juga. Belum tentu riil dan bakal mengecewakan. Kesimpulan pertama saya; semua hal yang terkait soal Jabon banyak informasi yang tidak jujur, ditutup-tutupi dan cenderung angin surga. Sebagai saran awal kaji secara mendalam perbandingan jabon dan sengon kemudian putuskan mana yang lebih bagus, sebagai hasil perhitungan yang lebih rasional.
Peminat Sengon Tinggi
Cerita ini saya mulai dari Trening yang dilakukan oleh Trubus. Thema utamanya waktu itu "Lebih menguntungkan mana Jabon dan Sengon." Saya waktu itu ikut sebagai peserta dan pembicara 'informal' sekaligus karena waktu itu Pembicara soal Sengon tidak memuaskan peserta. Akhirnya saya didapuk untuk menjadi pembicara pembanding.
Yang menarik dari peserta saat itu adalah dari 32 peserta 80% adalah pengusaha mapan pemain Kelapa Sawit, Batubara dan importir alat-alat berat. Ketika saya tanya, kenapa anda yang sudah mapan dibisnis ingin masuk ke bisnis Sengon? Jawab mereka,"Semua negara besar sekarang bicara soal Sengon."
Pasca pelatihan mereka rajin bertandang ke perkebunan saya di Purwakarta. Kabar terakhir mereka membuka lahan Sengon baru (bukan lahan Jabon baru) seluas 150 ha di Pemalang, 200 ha di Pekalongan dan 50 ha di Wonosobo. Trening 2 hari di Trubus memutuskan mereka untuk tetap masuk ke bisnis Sengon, bukan Jabon. Pertanyaannya, kenapa? (Bersambung)
*) Guntoro Soewarno, petani Sengon di Purwakarta





Comments
1. HERMAWAN
2. HERMAWAN HENDRATNA
SAYA INGIN BERKOMUNIKASI DENGAN BAPAK SECARA PRIBADI. DAPATKAH SAYA DIKIRIMI EMAIL BAPAK ? TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA
A.K. DJIEKO 0813 3449 4028
ari
jaya rimba abadi
agro forest bussiness
terimakasih
dengan tanah dan perawatan yang sama.tapi untuk kualitas kayu.jelas secara kasat mata orang bodoh seklipun kalau membandingkan jelas kayu jabon lebih bagus dari sengon,bahkan industri kayu lapis sekarang berani membeli kayu jabon lebih mahal dari kayu sengon.
soal kayu jabon belum terkenal seperti sengon karena baru 2 th belakangan ini rame dibicarakan.saya sendiri dapat pesanan kayu jabon banyak sekali dari industri ,bahkan teman saya dari jepara yang biasa bikin mebel saya sbawakan kayu jabon merasa kagum,kayu apa ini kok istimewa sekali dibuat mebel bahkan buyer jepang langsung memesan 20 kontainer,yang jadi masalah sekarang adala kayunya yang susah dicari stoknya,KESIMPU LAN : SENGON OKE JABON JUGA OKE, TIDAKLAH SALING MENJATUHKAN.YANG PENTING INGAT HADIS RASULULLAH,MENA NAM POHON ADALAH JUGA SEDEKAH